Belajar melalui satu tema sampai selesai.
Setiap Edition menyusun artikel dalam urutan yang saling terhubung sehingga satu tema dapat dipahami sebagai satu perjalanan belajar.
Tidur
Memahami tidur melalui sains, kebiasaan, otak, dan proses pemulihan.
Stres Tidak Selalu Berasal dari Pikiran
Melihat stres sebagai pertemuan antara tubuh, otak, pikiran, dan kehidupan.
Tidur Bukan Sekadar Istirahat
Mengapa tidur menjadi fondasi bagi pemulihan tubuh dan fungsi otak.
Tubuh Tidak Pernah Benar-benar Diam
Tubuh terus bekerja bahkan ketika kita merasa tidak sedang melakukan apa pun.
Mengapa Kita Sulit Mengubah Kebiasaan
Perubahan lebih sering lahir dari langkah kecil daripada solusi instan.
Otak Tidak Lelah karena Berpikir
Memahami kelelahan mental melalui cara kerja otak, bukan sekadar rasa capek.
Redefinisi
Kumpulan tulisan yang mengajak pembaca melihat kembali memaknai ulang segala sesuatu secara lebih utuh dan reflektif.
Memaknai Ulang Keajaiban
Kebanyakan dari kita membayangkan sesuatu yang besar. Penyakit yang tiba-tiba sembuh. Orang yang selamat dari kecelakaan. Doa yang terasa mustahil lalu terkabul. Orang sering mengira itulah keajabian.
Ketika Kita Merasa Lebih Tinggi dari Orang Lain
Kadang-kadang kedewasaan justru terlihat ketika kita memiliki kekuatan untuk menekan, tetapi memilih tidak melakukannya.
Jangan Tanya “Kapan?” kepada Orang Lain
Menghadapi tekanan sosial lewat pertanyaan Kapan Lulus atau Kapan Nikah? Simak catatan Rakan mengenai pentingnya menghargai garis waktu dan jalan hidup setiap orang.
Catatan Rakan
Ruang berbagi cerita, esai, dan catatan reflektif dari Abdul Rakan. Mengajak Anda melihat kehidupan, kegelisahan manusia, dan proses bertumbuh secara lebih utuh.
Saya Memilih Pergi, dan Itu Tidak Selalu Berarti Takut
Keberanian tidak selalu berarti melawan. Kadang ia berarti memilih jalan yang membuat kita tetap utuh.
Me-Ramadhan-kan Diri
Tidak ada yang menghalangi tangan kita untuk mengambil segelas air dingin di siang hari. Kita sangat mampu melakukannya. Tetapi, kita bersepakat dengan Tuhan untuk menahannya hingga waktu berbuka tiba.